移工紅海覆蓋香港街道(for eng and bahasa indonesia pls scroll down)

編按:現在又談五一報導雖然是遲來了一點,但這份報導是由兩位與草媒行動合作的印尼姊妹,在看過我們的報導後自己寫,以及另外再找懂英文的印尼姐妹翻譯的。而幫忙翻譯的姊妹在這兩個星期,忙到連上星期日的假期亦被取消了。要等到最近兩晚才有機會抽到時間翻譯。這亦說明了她們的困境及在困境中求發展及發聲的強度。因此草根.行動.媒體仍舊刊出以回饋她們的努力。

印尼姊妹 dahlia原文、 印尼姊妹nurul英文翻譯、草根‧行動‧媒體中文翻譯)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

移工紅海覆蓋香港街道

FDW1R

紀念五一,酷熱天氣並沒有阻礙移工們一邊慶祝五一,一邊高唱高呼訴求。

這次在紀錄國際移工日的這一天,印尼移民工網絡 (JBMI-HKNetwork of Indonesian Migrant Workers )和亞洲人士移居聯盟(AMCB-IMA-HK)爭取立即廢除現代家務工的奴役制度。

除此之外, 亞洲人士移居聯盟(AMCB-IMA) 亦要求停止新自由主義入侵及其對包括本地工人及移工所引致的貧困、低薪勞動、合約綑綁的限定、一不被需要便立即被丟棄及勞工權益被扣住。

這次,印尼移民工網絡(JBMI)舉辦多項活動,包括移工的進步及帶倡議改革的創作及表達藝術,及解釋在港存在各種奴役的論壇。這些活動在維多利亞公園足球埸,由早上開始直至下午,接續再遊行至印尼領事館,街道上佈滿寫上移工各項訴求的橫額。

遊行時,我們有機會訪問一些移工,他們爭取廢除所有損害移工的法規,他們給其他同是移工的訊息是團結起來抵抗恐嚇,他們給本地居民(香港人)的訊息是他們只想如人類般被對待,如同其他人般,不歧視、很基本的不要打、折磨、虐待、或侮辱他們。訊息的重點是,僱主及員工需要互相明白理解對方,不會誤解對方。

下午,印尼移民工網絡-亞洲人士移居聯盟(JBMI-AMCB)聯合本地工人一起遊行往政府總部。 印尼移民工網絡 (JBMI)發言人在印尼領事館門前發言時說,印尼政府沒有任何意圖作出任何改變,以確實保障其任職家務工的印尼公民。這由印尼政府拒絕廢除直接聘請及轉換中介禁令此事實可看出來。香港政府也是這樣,沒有任何舉動,以確保如Erwiana的個案不會再在其他移工身上發生。一日香港政府不改變讓移工成為虐待、剝削的受害者及移工權利被侵犯的這種政策,只會有更多Erwiana出現。

發言後接續,他們呼籲落實他們最主要的訴求,就是「終結在港奴隸制」( end slavery in HK),這同樣是本地工人們的訴求,他們也有同樣的經驗。因為香港政府沒有訂立標準工時的政策。

 

今年紀念國際移工日的訴求為:

一.團體要求香港政府將印尼家務工的最低工資調高至四千五百元的合理水平,及把移民家務工涵蓋在最低工資保障法例之內。
二.廢除完成合約後只兩星期逗留規定(新逗留條件)這歧視移民家務工的簽證措施。
三.讓「外宿」成為一個可能選項,廢除移民家務工必須於僱主家中住宿的規定,。
四.訂定所有勞工享有的標準工時,同時包括移民家務工在有關保障之內。
五.對中介公司侵犯移民家務工權利及非法的手段,採取即時及有效的打擊措施。

六.廢除強制通過 PPTKIS及招聘中介的強制規定。

七.廢除KTKLN (海外工人證)及其強制保險。

八.廢除網上系統及容許直接聘用。

九.執行聯合國公約1990有關保障勞工及其家人條款,為移民工訂立政策。
十.確認國際勞工組織所訂立,為保障家務工生活及勞動條件的基本人權標準的C189號 公約

草根‧行動‧媒體中文翻譯

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

english


“END MODERN SLAVERY"
Migrant worker redden Hong Kong street

Commemorating May Day, scorching heat didn’t hinder the spirit of the
migrant workers to sing and chant their demanding along the May Day
celebration.

In the commemoration of international migrant worker’s day this time,
JBMI-HK and AMCB-IMA-HK demand to abolish the modern slavery of the
domestic migrant workers immediately.

Other than that, AMCB-IMA also call to stop the neoliberal invasion
which is causing the poverty, low cost labour, bound of the  contract
systems, being thrown away once they don’t needed and the withholding of
the labourer’s rights, towards both local or migrant workers.

This time, JBMI hold couples of programs, the progressive arts by
migrant workers and a forum to explain the type of slavery in Hong Kong.
The programs was started since morning up to the afternoon at the
football court of Victoria Park and continued to rally to the Indonesian 

consulate, the streets were decorated with the banners that written the
migrant worker demands.

In between the rally, we take  a chance to interview some of the migrant
workers, they demanding that all the rules that handicapped migrant
workers to be abolished. Their messages towards their fellow migrant
workers are to be united against intimidation. Their messages towards
local residents (Hong Kong people) are just that they wanted to be
treated like human beings, like other people, don’t discriminate, don’t
simply hit, torture, abuse, or harassed. The point of the message was
the employer and the employees has to understand each other so there
won’t be misunderstanding.

In the afternoon, JBMI-AMCB joint the local labourers to marched towards
CGO.  JBMI’s spoke person, during their speech in front of the
Indonesian consulate said that  Indonesian government doesn’t has any
intention to make any changes in order to give real protection for their
citizens who works as domestic migrant worker. This can be seen from the
fact that Indonesian government refused to abolish the ban to the direct
hiring and changing agencies. So does HK government, hasn’t make any
move to ensure that Erwiana’s case won’t happen again to the other
migrant worker. As long as HK government doesn’t want to change the
policies that made migrant workers being a victims of abuse, exploition
and violations of their rights, then there’d more Erwianas out there.

Continuing their speech, they call for their main demand which is end
slavery in HK, this thing also demanded by local labourers, which share
the same experience. Because HK government hasn’t made the policy for
the standard working hours.

The demands to commemorate the international migrant worker’s day this
year are:
1. Increase the minimum wage to HK$4500 and put domestic migrant workers
in the law of minimum wages.
2. Abolish 2 weeks rule (new condition of stay) visa policy which is
discriminating domestic migrant workers.
3. Make stay out as an option and abolish the policy of compulsory
staying in the employer’s house.
4. Make standard working hours for all HK labourers, including domestic
migrant worker.
5. Take action towards bad and illegal agencies immediately and
effectively.
6. Abolish the compulsory requirement to go through the PPTKIS and
agencies.
7. Abolish KTKLN and its mandatory insurance.
8. Abolish online system and allow direct hiring.
9. Applied the UN convention 1990 about the protection for the labour
and their families and establish policies for the migrant workers.
10. Ratify ILO convention C189 about the protection for the domestic
migrant worker which allocated the standard rights for the working
conditions and living space for the migrant workers.

translated by nurul

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
barhasa indonesia
 “AKHIRI PERBUDAKAN MODERN"
Buruh Migran Merahkan Jalanan Hong Kong

Peringati May Day, panas terik tak menyurut kan semangat BMI untuk.
Bernyanyi dan menyeru kan tuntutan-tututan dengan lantang di sepanjang
jalan nya perayaan May Day.

Pada peringatan Hari Buruh Internasional kali ini, Jaringan Buruh Migran
Indonesia Cabut UU No 39/2004 (JBMI-HK) dan Badan Koordinasi Migran Asia
(AMCB-IMA-HK) menuntut untuk segera diakhirinya perbudakan modern
terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) migran.

Selain itu AMCB-IMA juga menyerukan agar segera menghentikan penjajahan
gaya baru yang telah melanggengkan kemiskinan, sistem buruh murah,
terikat sistem kontrak, dibuang ketika sudah tidak dibutuhkan dan
menyandera hak-hak buruh, baik migran maupun lokal, demi kepentingan
para pemodal besar.

Kali ini, JBMI menggelar serangkain acara mulai dari pentas seni buruh
migran progessif, forum untuk menjelaskan bentuk-bentuk
perbudakan di Hong Kong. Acara dimulai dari pagi sampai  siang
dilapangan sepakbola Victoria Park dan dilanjutkan dengan
demonstrasi ke kantor Konsulat RI, Ramai nya jalan di hiasi dengan
sepanduk-sepanduk yang tertulis kan tuntutan Para buruh.

di sela-sela berjalan demonstrasi kami menyempat kn wawancara dengan
para BMI,mereka menuntut hapus kan semua peraturan-peraturan yang merugi
kan BMI,!!  pesan mereka untuk teman-teman BMI  yang lain ny mari
perkuat persatuan untuk melawan penindasan. Pesan untuk warga hongkong
BMI hanya ingin di perlakukan layak nya manusia,jangan main
pukul,siksa,aniyaya,di leceh kan. inti pesan majikan dan BMI harus
saling mengerti agar hubungan kedua  belah pihak  baik.

Siangnya JBMI-AMCB bergabung dengan buruh lokal menuju ke kantor
pemerintahan Hong Kong. juru bicara JBMI dalam orasinya di
depan Konsulat RI menyampaikan kalau pemerintah Indonesia belum berniat
melakukan perubahan dalam memberikan perlindungan
yang dibutuhkan oleh warga negaranya yang bekerja sebagai PRT migran.
Hal ini dibuktikan dengan sikap kukuh KJRI Hong Kong yang belum mau
mencabut aturan pelarangan kontrak mandiri dan pindah agen. Begitupun
pemerintah Hong Kong belum melakukan tindakan apapun untuk memastikan
bahwa kasus yang dialami Erwiana tidak terulang lagi pada buruh migran
lainya. Selama
pemerintah Hong Kong tidak mau merubah kebijakan-kebijakan yang
mematangkan posisi buruh migran untuk di aniyaya, dieksploitasi dan
dilanggar hak-haknya, maka Erwiana-Erwiana lain akan terus ada.

Lanjut dalam orasi nya menyeru kan Tuntutan utama Akhiri perbudakan di
Hong Kong menjadi tuntutan utama JBMI-AMCB-IMA
serta buruh lokal di Hong Kong. yang sama-sama merasakan pemerintah Hong
Kong belum membuat aturan tentang aturan jam kerja bagi buruh di Hong
Kong.

Tuntutan pada peringatan hari buruh internasional tahun ini adalah :
1. Naikan upah minimum menjadi HK$4.500 dan masukan PRT migran ke dalam
perlindungan Undang-Undang Upah Minimum.
2. Cabut 2 minggu visa (Aturan Tinggal Baru) dan aturan visa yang
mendiskriminasikan PRT migran.
3. Jadikan tinggal diluar rumah majikan  sebagai pilihan dan cabut
aturan wajib serumah dengan majikan
4. Tetapkan jam kerja standar untuk seluruh buruh di HK termasuk PRT
migran.
5. Segera tuntaskan persoalan agen tenaga kerja yang jahat dan ilegal
secara efektif,sangsi untuk agen-agen nakal harus d tegak kan.
6. Cabut pemaksaan masuk PPTKIS dan Agen.
7. Hapus KTKLN dan mandatory asuransi TKI.
8. Cabut pelarangan pindah agen (System Online) dan berlakukan kontrak mandiri.
9. Terapkan Konvensi PBB Tahun 1990 Tentang Perlindungan Buruh dan
Keluarganya secara konsekwen dalam membuat Undang-
undang bagi buruh migran Indonesia.
10. Ratifikasi kesepakatan Konvensi International Labour Organization
(ILO) C189 tentang perlindungan PRT yang mengatur hak-
hak standar bagi kondisi kerja dan tinggal seluruh buruh migran.
written by dahlia

One comment

發表迴響

在下方填入你的資料或按右方圖示以社群網站登入:

WordPress.com 標誌

您的留言將使用 WordPress.com 帳號。 登出 /  變更 )

Google photo

您的留言將使用 Google 帳號。 登出 /  變更 )

Twitter picture

您的留言將使用 Twitter 帳號。 登出 /  變更 )

Facebook照片

您的留言將使用 Facebook 帳號。 登出 /  變更 )

連結到 %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.