Siapakah pekerja migran sektor domestik(1)?

photo209588408726696061

Siapakah pekerja migran sektor domestik(1)?

Pada tanggal 1 mei, perkumpulan perempuan hadir di aksi, memakai baju berwarna warni, memukul tempat sabun kosong dan botol kaca, berteriak dengan keras. Mereka mengangkat tinggi papan tanda yang bertuliskan " naikkan gaji $5000″, " berlakukan jam kerja", dan aturan aturan lain  yang tidal dipahami tapi sangat kejam. Pada tanggal 1 mei, AMCB mengeluarkan pernyataan (link 3) yang menjelaskan slogan slogan tersebut. Merasa tidak nyaman dengan membaca propaganda, kami akan memulai ceritanya: hanya ketika kita mempelajari kehidupan unik mereka dan pandang penduduk hong kong terlebih dahulu, dapatkah kita menilai apakah jam kerja, gaji, dan bahkan pemahaman kita tentang pekerja migran itu masuk akal.

Belajar melampaui kerja: jika kita mendapatkan pekejaan di kampung halaman kami….

photo209588408726696057

Dhika adalah gadis yang keren dengan rambut pendek yang rapi, mengenakan ikat kepala berwarna putih dan duduk dilingkaran dilapangan bola. (Kata temannya dia orangnya lincah, tapi pada saat wawancara dia terlihat sedikit gugup). Dhika sudah berada di hong kong kurang lebih 5 tahun, dan saat ini bekerja di ho man tin merawat 2 orang tua. Setiap hari, dia bangun pukul 7 pagi, menyiapkan makan siang daa makan malam, kecuali sarapan, dan makan bersama kakek dan nenek yang dia jaga. Di waktu yang lain, dia gunakan untuk membersihkan rumah dan menemani kakek dan nenek. Dia biasanya selesai kerja pukul 8 malam, kemudian kakek dan nenek akan ngobrol dengannya sampai mereka tidur (pukul 9.30 malam).

photo209588408726696059

Setiap minggu, selain berkumpul bersama teman temannya di victoria park, dia mengambil kuliah sarjana jurusan bisnis manajemen di saint mry university di seung wan dari jam 1-5 sore. Telah belajar selama 2.5 tahun, dia akan lulus sebentar lagi. Apa rencana selanjutnya? " di indonesia, banyak pekerja seperti saya tidak dapat pekerjaan, jadi saya berharap dapat menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka ketika saya pulang nanti." Demikian harapannya ke depan. Uang kuliahnya perbulan adalah $650, tapi dia harus menambah $150 jika dia mengambil kelas tambahan. Dhika sudah tidak ingat berapa banyak kelas yang dia ambil, yang pastinya tidak sedikit.

photo209588408726696060

Dia memiliki teman warga hong kong, yaitu temannya anak majikan dia. temannya itu akan datang sesekali ke rumah majikannya, dan berbincang dengannya selain tentang pekerjaannya tanpa ada hambatan bahasa. Menurutnya orang hong kong itu baik, bahkan satpam di apartemen rumahnya juga merupakan teman ngobrol dia. Tetapi ada juga orang hong kong yang berbicara kasar padanya, berfikir bahwa dia hanyalah seorang pembantu. Berbicara tentang organisasi buruh lokal, dia tidak begitu mengetahui tentang mereka; tetapi pemahaman tentang permintaan upah minimum dan diberlakukannya jam kerja, dia berkata bahwa buruh migran juga menghadapi masalah yang sama, karena itulah dia bergabung dengan aksi hari in : "  kami bukan robot, kami pekerja. Kami sama juga, kami adalag manusia."

Jarak antara hong kong dan indonesia hanyalah aku dan kamu.

Seorang kawan mengajak kami menemui Sring. Dia adalah ketua persatuan pekerja migran indonesia (IMWU), dan menerima wawancara kami dengan senang hati. Sring sudah bekerja di hong kong selama 15 tahun, berganti majikan selama 4 kali, dan sekarang bertanggung jawab untuk bersih bersih, dan terkadang memasak jika diminta. Dia bangun pukul 8 pagi setiap hari , dan menyelesaikan pekerjaannya sekitar pukul 10 malam. Kemudian dia bisa melakukan aktifitasnya sendiri didalam kamar. Selain biaya agen yang harus dia bayar sebesar $10000 ketika dia pertama kali datang, pengeluaran dia per bulan adalah $1000 untuk tagihan telepon, transportasi dan makan, dan juga $1000 untuk dikirim ke keluarganya setiap bulan.

photo209588408726696066

Sring biasanya mengadakan pelatihan pendidikan di perpustakaan pusat pada hari minggu. Pelatihan ini meliputi hukum hukum perburuhan di hong kong dan juga di indonesia, kontrak kerja, dan juga konsultasi yang mendorong para pekerja migran untuk menceritakan kondisi buruk mereka. Karena begitu banyak pekerja migran yang ingin mengetahui tentang hak hak mereka sesuai ketentuan untuk menghindari penipuan dan penindasan, pelatihan ini mendapat respon yang baik.

photo209588408726696065

Sring berkata bahwa dia akan berbincang dengan warga hong kong tentang perbedaan budaya, misalnya orang indonesia dapat memakan makanan yang sangat pedas, tapi orang hong kong tidak terlalu suka makanan pedas. Dia mengamati bahwa orang kongkong biasa berbicara kuat, yang terdengar seperti memaki, sehingga banyak pekerja migran yang takut untuk menjawav pertanyaan majikan pada awalnya; kemudian majikan menjadi bingung kenapa mereka tidak bicara, bahkan terkadang mereka menangis, sehingga terjadi salah paham. Oleh karena itu, hal yang terpenting adalah untuk berkomunikasi dengan orang hong kong untuk saling memahami. Dia menyebutkan bahwa hubungan antara majikan dengan pekerjanya adalah asing. Alasan utamanya adalah di hong kong, oranf orang jarang peduli terhadap tetangga sekitarnya, bahkan tanggung jawab terhadap anak anak mereka sebatas membayar biaya sekolah dll. Tekhnologi disini begitu maju, tidak seperti di indonesia, disana ada tanah dan agrikultur, " orang orang tidak tahu sama sekali asalnya pisang dari mana, hanya taunya bagaimana cara makannya"

Berbicara tentang aturan buruh lokal, sring berkata bahwa sebenarnya kelas menengah juga menghadapi.persoalan yang sama misalnya waktu kerja yang lama, kalau tidak, mereka tidak perlu memakai pembantu. Bagaimanapun, jika kita berkata bahwa pekerja lokal adalah sama dengan pekerja migran, apakah mereka perlu tinggal dengan majikan? Sring menyebutkan tentang kewajiban tinggal dengan majikan di kontrak kerja. Beberapa orang berfikir itu untuk keamanan pekerja, dan khwatir kalau mereka akan punya anak diluar. Tapi sring berkata dengan tegas bahwa " punya anak itu tidak begitu mudah" . Banyak majikan berkata bahwa  mereka menganggap pembantu sebagai keluarga mereka sendiri, lalu dia bertanya, " jika kamu menganggap kami sebagai keluarga, kenapa kami tidak mendapatkan libur? Kenapa kami harus duduk terpisah ketika makan?, kenapa semua pekerjaan rumah harus kami lakukan sendiri? " jadi menurut dia persahabatan itu lebih tepat– jika hubungan itu hanya sebatas majikan / pembantu, jaraknya terlalu jauh.

Ingat saat kami bertanya tentang kesan pertamanya terhadap orang hong kong, dia berkata bahwa " mereka taat hukum" , walaupun beberapa majikan tidak taat hukum,dia paham bahwa mereka dibujuk oleh agensi, kenyataannya, tidak ada majikan yang mau menganiaya pekerja. Dia berkata bahwa solidaritas orang orang hong kong itu sangat kuat, umbrella movement sebagai contohnya. Yang menariknya, dia justru bertanya kepada kami, " apakah kamu benar benar butuh ( hak pilih bersama)? Dia menjelaskan bahwa ‘ satu orang , satu suara’ itu sudah tentu sangat baik, tapi di indonesia, calon presiden itu bukan dari kalangan mereka, melainkan mereka dipilih oleh ‘orang lain’ , jadi itu sama sekali tidak demokratik. Terlebih lagi, banyak kandidat yang hanya peduli tentang pengahasilan sosial untuk suara, karena itulah banyak partai politik lokal hong kong yang mengabaikan isu isu pekerja migran. Perhatian dan analisa sring terhadap isu isu di hong kong sungguh sangat membuat kami terkesan.

photo209588408726696058

Membantu orang lain, membantu diri sendiri

Kami bertemu fatmawati di aksi. Dia membawa setumpuk surat edaran, berteriak dengan pengeras suara, yang nampak tidak sepadan dengan posturnya yang pendek. Fatmawati datang ke hong kong pads tahun 2005, dan sekarang menjaga orsng tua. Setiap hari dia bangun pukul 7 pagi, dan mulai belanja untuk memasak, mencuci baju, dan mengajak jalan jalan kakek dan nenek di kursi roda. Biasanya dia dapat beristirahat pada pukul 10 malam. Tapi terkadang kakek dan nenek merasa lapar pada tengah malam, jam 2-3 pagi, jadi dia harus bangun memasak untuk mereka; atau ketika mereka tidak bisa tidur dan justru menonton tv, dia harus menunggui mereka. Jadi dia sering kurang tidur. Dia membeli makanan untuk sarapan, makan siang dan makan malam, termasuk sup setiap 3 hari sekali, tapi tiap kali majikannya hanya memberi uang $150 , jadi dia harus menghitung pengeluarannys dengan cermat. Karena majikannya tidak menyediakan makanan untuknya, dia membeli mi indonesia, roti dan kopi tiap minggu.

Sebagai anggota ATKI-HK, fatmawati berada di victori park setiap minggunya, membantu pekerja migran dengan masalah masalah mereka, misalnya di putus kontrak oleh majikan, dll. Tidak kah kamu merasa lelah untuk melakukan kerja organisasi di hari liburmu? " tidak masalah kalau lelah, karena menurutku membantu orang itu baik, dan saya senang bisa membantu." Jawabnya tersenyum malu.

Kami memintanya untuk memberikan pendapatnya tentang orang hong kong, dia memulai dengan para majikan, karena dia kenal dengan beberapa orang lokal. Dia bilang bahwa beberapa majikan itu baik, tapi dia juga punya pengalaman tidak baik dengsn majikan. Majikan pertamanya hanya memberi dia gaji $2000. Majikannya pernsh menuduhnya mencuri, dia hanya dapat meminta bantua  dari departemen tenaga kerja. Pada awalnya departemen tenaga kerja tidak menanggapi, tapi akhirnya majikannya fi denda $19000. Akan tetapi, fatmawati terpaksa mengakhiri kontraknya dengan majikan setelah bekerja 18 bulan (catatan reporter: standar kontrak kerja adalah 2 tahun), dan mencari majikan baru dengan bantuan agensi. Berbicara tentang pengLaman ini, dia merasa tak berdaya, “sebenarnya kami ragu untuk berganti majikan, tapi ketika majikan menganiaya kami, dan kami madih harus tetap tinggal dengan mereka, dan semua yang kami kerjakan salah…jika majikan baik, pasti kami juga akan melayan mereka dengan baik juga"

photo209588408726696064

中英文版(english and chinese version):  https://grassmediaction.wordpress.com/2016/05/14/%E4%B8%8D%E5%90%8C%E7%A8%AE%E6%97%8F%E5%AE%B6%E5%8B%99%E5%B7%A51%EF%BC%8C%E6%98%AF%E8%AA%B0%EF%BC%9Fwho-are-migrant-domestic-workers2/
________________
[1] kenapa kami tidak memakai istilah umum " pekerja asing sektor domestik" untuk menyebut mereka para pekerja migran dari indonesia, filipina, dan negara lain? Kami menganggap mereka sama dengan orang lokal yang berkontribusi terhadap hong kong, istilah yg mengspesifikasikan “eksternal/internal" menyebabkan pengecualian fundamental.

[2] link as
https://grassmediaction.wordpress.com/2016/05/01/亞洲移住人士組織五一聲明/

廣告

One comment

  1. 引用通告: 不同種族家務工,是誰? who are migrant domestic workers? siapakah pekerja migran sektor domestik? | 自治八樓 autonomous 8a | 學聯社會運動資源中心 social movement resource centre, hkfs

發表迴響

在下方填入你的資料或按右方圖示以社群網站登入:

WordPress.com 標誌

您的留言將使用 WordPress.com 帳號。 登出 /  變更 )

Google photo

您的留言將使用 Google 帳號。 登出 /  變更 )

Twitter picture

您的留言將使用 Twitter 帳號。 登出 /  變更 )

Facebook照片

您的留言將使用 Facebook 帳號。 登出 /  變更 )

連結到 %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d 位部落客按了讚: