鼓勵不同種族移民家務工(移工)*於休息日留在所服務的僱主家中並不能緩解新型冠狀病毒的問題(中、印兩語, chinese dan bahasa indonesia)

印尼移工網絡(JBMI)-香港及澳門之聲明

印尼移工協會(ATKI)網頁:https://tinyurl.com/wyrcfqt

印尼移工工會(IMWU)網頁:https://tinyurl.com/vok5fuh

移民之光網誌(Sinar Migran)網頁:https://tinyurl.com/wh5fb2s

鼓勵不同種族移民家務工(移工)*於休息日留在所服務的僱主家中並不能緩解新型冠狀病毒的問題。

印尼移工網絡(JBMI)在此批評香港勞工處以保障個人健康並減低新型冠狀病毒在社區傳播的風險為由,建議移工於休息日逗留在所服務的僱主家中的呼籲。這呼籲不合理、不公平,更是對移工的歧視。

勞工處鼓勵外籍家庭傭工在休息日留在家中:

https://www.info.gov.hk/gia/general/202001/30/P2020013000430.htm?fontSize=1

即使要求移工在他們的休息日不要離開僱主家居外出,但若僱主及其家人仍會離開外出,他們仍有可能感染新冠狀病毒。而這亦正是現時一位菲裔移工須接受隔離的情況及原因:因他僱主剛從武漢來港的兄弟被新冠狀病毒感染。

印尼移工網絡(JBMI)更認為這呼籲對移工的工作並無建設性。在連續六天、每天十至十二小時的工作後的一天休息日,是移工得以休息的時間。若這天亦不能離開工作場所休息,這就跟沒有休息一樣。這情況只會加劇移工的疲累及壓力,因而增加移工因勞成疾而病倒的機會。

這呼籲亦與衛生防護中心及衛生署所發出的公佈存在衝突,「除非政府另有指示,否則應讓家傭如常享有法定假期和休息日,但提醒他/她應在流感高峰期避免到人多擠逼、空氣流通欠佳的地方,並告知他/她最新的流感爆發消息和政府的有關公告。」

衛生防護中心-防備流感大流行外籍家傭與僱主須知:

https://www.chp.gov.hk/files/her/foreign_domestic_helper_tc.pdf

參考這份公佈,香港勞工處應提供適用於移工及其他工人的正確及恰當資訊。勞工處更應要求所有僱主免費為僱員提供所需的防護裝備,比如口罩、維他命C、酒精,並讓移工可有充足的休息。而若僱主沒有能力提供這些需要,那香港政府應為包括移工在內的所有市民提供,以防他們染病。

更有甚者,這呼籲更與香港政府所指出:如僱主不容僱員於休息日休假實屬違法的法例相互抵觸。那麼,為何香港的政府部門會發出違反法例的呼籲?

更令人震驚的是,這呼籲彷彿向公眾塑造了一個「移工是傳播新冠狀病毒的途徑」的印象。然而,自1980年代起已在服務香港社會的移工們是成年人,他們當然知道如何去照顧自己及他們所負責照顧的人的健康。政府要做的只是為他提供正確的資訊及所需的防護裝備。因他們的工資微薄,如要他們自行購買確實存在困難。當然,香港政府亦可以網上或其他媒體,為不同的少數族裔港人提供以他們的母語製作的相關教育性資訊。

印尼移工網絡(JBMI)同時亦要求印尼政府,透過在港的印尼領事館,盡力協助其在香港及澳門的國民,包括為他們提供所需的防護裝備。

不同種族的移民及少數族裔的家務工亦是推動香港經濟發展的勞動力及社群之一員,要確保僱主們及整體社會的健康,便必須維護不同種族的移民及少數族裔的家務工的健康。

2020131

印尼移工網絡

(Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI))

*港人慣稱不同種族移民家務工(移工)為外傭,港府則慣用外藉家庭傭工,然而我們認為,他們不少為香港辛勞服務多年,對香港的社會以至經濟發展,功不可沒,更是香港勞動人口的重要一員。而這些稱呼帶有不必要的內外區間及排拒性,所以我們選擇了以不同種族移民家務工(移工)的稱謂,以表勞動者共行之志。特此說明。


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

PERNYATAAN SIKAP

JBMI HONG KONG & MACAU

https://tinyurl.com/wyrcfqt

https://tinyurl.com/vok5fuh

https://tinyurl.com/wh5fb2s

HIMBAUAN AGAR PRT MIGRAN TINGGAL DI RUMAH PADA HARI LIBUR TIDAK AKAN MENYELESAIKAN PERSOALAN VIRUS CORONA

Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) mengkritisi himbauan Departemen Tenaga Kerja Hong Kong yang meminta Pekerja Rumah Tangga migran tetap tinggal di rumah pada hari libur mereka dengan alasan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi resiko penyebaran Virus Corona. Himbauan ini tidak masuk akal, tidak adil dan diskriminatif terhadap PRT migran.

Meskipun PRT migran dihimbau untuk tidak keluar rumah pada hari liburnya namun jika anggota keluarga majikan tetap bisa keluar rumah, maka mereka yang keluar rumah kemungkinan masih bisa terjangkit virus Corona. Seperti halnya kondisi yang menimpa PRT migran Filipina yang saat ini sedang dikarantina karena saudara majikan yang baru datang dari Wuhan terinfeksi virus Corona.

Lebih dari itu, JBMI menilai himbauan ini tidak akan produktif bagi kinerja PRT migran. Setelah 6 hari penuh bekerja dengan 10-14 jam per hari, hari libur adalah satu-satunya waktu dimana PRT migran bisa beristirahat. Jika tidak bisa libur, maka sama artinya dengan tidak beristirahat. Kondisi ini hanya akan menambah tingkat lelah dan stress yang justru membuat PRT migran jatuh sakit.

Himbauan ini juga bertentangan dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh Pusat Perlindungan Kesehatan dan Departemen Kesehatan yakni: “Kecuali jika diarahkan oleh pemerintah, maka izinkan PRT anda untuk mengambil hari libur mingguan dan libur nasional seperti biasa dan nasehati agar menghindari berkunjung ke tempat-tempat yang ramai atau berventilasi buruk selama masa influenza. Selalu beritahu PRT anda tentang perkembangan terbaru terkait situasi wabah dan pengumuman apapun yang dibuat oleh pemerintah”.

Merujuk pada pengumuman ini, maka seharusnya Departemen Tenaga Kerja Hong Kong memberi arahan yang benar dan informasi yang memadai yang bisa digunakan oleh PRT dan pekerja-pekerja lainnya. Selain itu, Departemen Tenaga Kerja seharusnya meyakinkan semua majikan untuk menyediakan alat-alat pencegahan secara gratis seperti masker, vitamin C, Alkohol, dan memberi istirahat yang cukup kepada PRT migran. Namun, jika majikan tidak mampu menyediakan kebutuhan ini, maka pemerintah Hong Kong yang seharusnya memberikan kepada masyarakat termasuk PRT migran supaya tidak sampai jatuh sakit.

Selain itu, himbauan ini juga bertentangan dengan pemerintah Hong Kong sendiri yang menyatakan bahwa majikan melakukan pelanggaran kriminal jika melarang PRT untuk libur. Lalu mengapa pemerintah Hong Kong membuat himbauan yang melanggar peraturannya sendiri?

Yang lebih mengkhawatirkan, himbauan ini yang seakan-akan memberi kesan kepada masyarakat bahwa PRT migran adalah calon penyebar virus Corona. Padahal PRT migran yang sudah melayani masyarakat Hong Kong sejak tahun 1980-an adalah orang dewasa yang tahu bagaimana menjaga kesehatannya sendiri dan orang-orang yang dilayaninya. Dengan syarat mereka diberi informasi yang benar dan disediakan alat pencegahan yang diperlukan mengingat upah PRT migran yang sangat rendah, sehingga tidak mencukupi untuk membeli alat-alat tersebut. Pemerintah Hong Kong juga bisa menggunakan media online dan offline untuk mendidik etnik minoritas di Hong Kong dengan menggunakan bahasa asli mereka.

JBMI juga menuntut kepada Pemerintah Indonesia melalui KJRI di Hong Kong untuk melakukan segala upaya, termasuk menyediakan alat-alat pencegahan gratis, demi membantu warga negaranya di Hong Kong dan Macau.

PRT migran dan etnik minoritas adalah bagian dari tenaga kerja dan komunitas yang memajukan ekonomi Hong Kong. Untuk meyakinkan kesehatan majikan dan masyarakat, maka kesehatan PRT migran dan etnik minoritas harus dijaga.

31 Januari 2020

Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI)

發表迴響

在下方填入你的資料或按右方圖示以社群網站登入:

WordPress.com 標誌

您的留言將使用 WordPress.com 帳號。 登出 /  變更 )

Google photo

您的留言將使用 Google 帳號。 登出 /  變更 )

Twitter picture

您的留言將使用 Twitter 帳號。 登出 /  變更 )

Facebook照片

您的留言將使用 Facebook 帳號。 登出 /  變更 )

連結到 %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.